Kejutan dari Kapal PELNI. *JelajahSumba[wa] hari pertama

22 Desember 2015, bersama belasan kawan lainnya saya memulai lagi liburan dengan kapal Pelni. Tujuan kali ini adalah Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pulau Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Perjalanan kali ini berlabel JelajahSumba[wa]. 

Pukul 00.30 kami menuju ke KM Lambelu yang telah berlabuh di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.
Ada banyak surprise malam itu.

Ini garbarata untuk naik ke kapal Laut loh, bukan naik ke pesawat :D
Ini garbarata untuk naik ke Kapal Laut loh, bukan naik ke pesawat 😀
Jika tahun lalu kami harus berdesak-desakan naik ke KM Umsini, malam ini kami dibuat surprise. Untuk ke Lantai dua pelabuhan harus naik eskalator, bukan tangga lagi. Masuk ke kapal harus melalui garbarata! Wuih, serasa naik kapal terbang :D.
Katanya di Indonesia baru ada tiga pelabuhan yang seperti ini, Jakarta, Surabaya dan Makassar.
Penumpang pun tidak begitu berdesakan, mungkin karena kami naik 2 jam setelah kapal sandar. Atau mungkin karena besok ada kapal lain yang juga bertolak ke Maumere.

Lagi-lagi seperti tahun lalu, begitu masuk kapal, kami langsung menuju dek 6. Tujuan kami adalah “mini hall” di depan ruang ABK, tapi ternyata tempat yang kami incar sudah dikapling penumpang lain. Dua orang kawan akhirnya mencari ke tempat lain, sembari yang lain menjaga backpack-backpack kami di daerah anjungan.
Alhamdulillah, masih ada mini hall yang kosong, bahkan lebih luas dan belum ada penumpang lain, karena hall tersebut di depan kamar Jack Sparrow eh sang kapten kapal. Serasa kapal milik sendiri, kami pun mulai meluruskan badan sambil menonton youtube Miss Universe 2015 yang sedang jadi trending topic.

Kamar kelas satu yang dihibahkan ke penumpang kelas ekonomi
Kamar kelas satu yang dihibahkan ke penumpang kelas ekonomi
Namun rasa senang tidak berlangsung lama. Tiba-tiba datang seorang muallim dan menyuruh kami pindah. Untungnya kami diminta pindah ke tempat yang ada tanda larangan menyimpan barang, sehingga ada alasan kami untuk mendebat. kami pun mempertanyakan, “emang boleh di sini Pak?”. “Boleh” kata si Bapak sambil meninggalkan kami. Eh, tapi tidak lama, doski kembali dan menyuruh kami pindah ke kamar. Kamar kelas satu! Dan kami boleh memilih berapa kamar yang kami mau. Benar-benar surprise!

Another suprise adalah, kapal berangkat on time! Pengalaman yang saaangat jarang selama sejarah saya naik kapal pelni.
Tepat pukul 3 dinihari, kapal pengarah menarik tambang KM Lambelu dan mengarahkannya keluar dari Pelabuhan Soekarno Hatta. Padahal doa kami malam itu adalah kapal delay beberapa jam seperti tahun lalu. Karena kami masih menunggu dua orang kawan yang harus ikut dalam rombongan ini. Seorang masih di Bandara Soekarno Hatta, seorang lainnya tak berkabar sama sekali.

Ada Susu di ransum makan pagi KM Lambelu
Ada Susu di ransum makan pagi KM Lambelu
Tak hanya jadwal yang semakin bagus, makanan yang disajikanpun berubah, pagi hari kami tak hanya dapat jatah nasi dan lauk tapi juga ada susu. Siang hari ada biskuit dan malam hari ada jus!
Kamar mandi pun, yang selama ini menjadi tempat yang saya hindari saking joroknya, sudah lumayan bersih.
Kapal milik pemerintah ini benar-benar berubah.
Ah, semoga ini juga terjadi di kapal-kapal Pelni lainnya, tidak hanya di KM Lambelu. Aamiin

Bismillahirrahmanirrahiiimm

Biaya:
Taxi ke Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar: 50K
Gogos: 20K
Air mineral: 5K
Tiket kapal laut: 203K
Makan pagi dan siang: Ransum dari PELNI

Total cost hari pertama: 278K

One Reply to “Kejutan dari Kapal PELNI. *JelajahSumba[wa] hari pertama”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *