Invasi Asia Tenggara

Ini adalah cerita saya selama backpacking di Singapura, Kuala Lumpur dan Phuket bersama teman-teman dari Makassar Backpacker, tahun lalu. Kok judulnya invasi? kesannya mau mencaplok negara orang gitu. Kata si penggagas, Om Panda, ini karena kami akan mengunjungi tiga negara bersama 32 orang, kalau namanya tur, sama saja dengan trip-trip dari travel agent, hehehe..

Trip ini awalnya berupa tantangan dari seorang teman, yang selalu sangsi kalo dengan duit dua juta juta orang sudah bisa traveling keliling beberapa negara di Asia Tenggara. So, kenapa kita tidak buktikan sahaja? Jadilah sejak akhir Januari 2010 kami sibuk mempersiapkan semuanya, mulai dari pembuatan passport, hunting tiket dan penginapan murah, menyisihkan tabungan sampai menabung cuti.

Setelah persiapan selama kurang lebih tiga bulan, tibalah saat yang dinanti-nanti, yippiieee..

Jumat pagi, 1 April 2010, saya menuju kantor, namun tidak seperti biasanya, hari ini ngantornya bukan dengan tas kantor tapi dengan backpack, hehehe. Ya, untuk menghemat waktu, niatnya ke aiport nanti langsung dari kantor saja.

Jam 12.30 saya menuju Jl. Kartini, untuk ambil bis bandara. Namanya saja trip hemat jadi semua harus serba murah, daripada naik taxi ke Bandara Hasanuddin yang costnya sekitar 100 ribu, saya tentu lebih memilih naik bis yang harganya cuma 15 ribu. Waktu tempuh ke bandara pun tidak jauh beda, soal kenyamanan sama saja, bis bandara ini juga ber AC dan pastinya lebih luas 😀
Di bandara, teman-teman yang lain sudah ngumpul, mirip peserta studi tour :D. Jam empat tiga puluh kami take off ke Jakarta dengan Merpati Airlines, Alhamdulillah kali ini merpatinya tak ingkar janji.

And the journey begun, bisa dibayangkan dong gimana ribut dan hebohnya suasana dalam pesawat, sampe-sampe Pak Pilot keluar dari biliknya dan meminta kami main di luar (lebay.com).

Kami tiba di Bandara Soetta sekitar jam lima kurang. Karena besok akan berangkat dengan pesawat pagi, sebagian besar dari kami memilih nginap di rumah rekan kami, Pute, yang lokasinya masih di daerah cengkareng.
Tiba di rumah Pute, kami disambut sama ibu dan tantenya yang sibuk masak-masak. Wah, makanannya pasti buat kita dooong, hehehe. Setelah bersih-bersih dan makan malam, beberapa teman sibuk latihan menari, untuk tampil di Kuala Lumpur nanti. Saya dan beberapa teman keluar mencari warnet dan SIM card baru. Dasar manusia dunia maya, selalu sakau sama internet.
Saya mencari SIM card baru, karena takut kalo tetap memakai nomer saya yang pasca bayar, pas balik nanti tagihannya bikin bangkrut, mending pake yang pra bayar. Kan ga lucu, biaya tripnya hemat tapi biaya komunikasinya bikin kantong jebol (bersambung…)

Cost (IDR) :

Bis Bandara : 15K, Aiport tax : 30K, car rental :80K (share dengan 7 orang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *